SUARADARING.COM, PAREPARE – Jurnalis di kota Parepare, Sulawesi selatan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Media (FKM) kota Parepare berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan (DISDIK) kota Parepare. Menyalurkan bantuan untuk para korban bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Bantuan tersebut berasal dari sejumlah donator yang diterima hasil kolaborasi Disdik Parepare dan FKM. Aksi penggalangan donasi peduli terhadap masyarakat yang menjadi korban banjir Sumatera dan Aceh, ini diinisiasi oleh sejumlah Jurnalis baik dari televisi, cetak, online dan radio yang bertugas di wilayah kota Parepare dan sekitarnya. Minggu, 14 Desember 2025.
Menurut kordinator posko Sudarmono, mengatakan selama dibukanya posko penggalangan dana telah terkumpul dari Disdik Parepare sebanyak Rp 20 juta untuk dibelanjakan kebutuhan obat-obatan, makanan siap saji dan bantuan lainnya.
“Kami dari Forum Komunikasi Media yang didalamnya itu dari jurnalis yang bertugas di kota Parepare dan sekitaranya baik itu dari televisi, online, cetak dan radio. Saling membahu untuk menginisiasi penggalangan donasi untuk saudara-sadara kita yang tertimpa musibah bencana di Sumatera dan Aceh. Dan alhamdulillah setelah kami berkordinasi beberapa pihak, bantuan yang kami tamping dari Disdik sebesar Rp 20 juta untuk kami belanjakan obat-obatan, keperluan bayi, keperluan Wanita, makanan siap saji dan bantuan lainnya,”terangnya.
“Inilah bentuk kepedulian kami jurnalis Parepare mendirikan posko ini, dan sejak kami dirikan hari selasa lalu. Kami telah berkoordinasi dengan lantamal dan Lanud kemudian untuk pengiriman bantuan ke Sumatera dan Aceh,”ujarnya.

Proses pemberangkatan logistik bantuan korban bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dengan menggunakan armada milik Brigif Badik Sakti, yang selanjutnya akan dibawa ke Markas Komando Daerah Angkatan Laut VI Makassar, dan kemudian diterbangkan dengan menggunakan pesawat casa di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.
Jurnalis senior yang juga kontributor tvone mengatakan, “Bagi kami, menjadi seorang jurnalis bukan hanya persoalan mengabadikan momen, akan tetapi juga kemampuan membaca kondisi dan mengelola sisi humanis, karena kita dilahirkan sebagai manusia saat pertama kali ke bumi, bukan sebagai jurnalis,”tuturnya.
Kordinator FKM berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendedikasikan diri dalam misi kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. (*)










