Isu Pencopotan Iwan Asaad dari Dewas PAM Tirta Karajae, Pemkot Sebut Sudah Sesuai Perundang-undangan

Minggu, 1 Desember 2024 - 18:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di luar ruangan Sekretariat Dewan Pengawas dan Satuan Pengawasan Internal PAM Tirta Karajae Parepare

Suasana di luar ruangan Sekretariat Dewan Pengawas dan Satuan Pengawasan Internal PAM Tirta Karajae Parepare

SUARADARING.COM, PAREPARE – Pemrintah kota (Pemkkot) Parepare, Sulawesi selatan, angkat bicara terkait pencopotan Iwan Asaad dari jabatan Dewan Pengawas (Dewas) PAM Tirta Karajae. Pemkot punya alasan dan landasan regulasi yang kuat dalam memutuskan pencopotan tersebut.

Pemkot melalui Kadis Kominfo Parepare Anwar Amir menegaskan pemberhentian dewas dan pengangkatan kembali Direktur PAM Tirta Karajae sudah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Terpisah kabag Ekonomi sebagai pembina BUMD mengatakan “Pemkot Parepare melalui Bagian Ekonomi telah melakukan konsultasi ke BPKP dan konsultan Bidang Pemerintahan Kota Parepare, serta juga telah dilakukan RDP dengan Komisi 1 DPRD Kota Parepare,” jelas dia.

Pemkot Parepare melakukan pencopotan dengan pertimbangan sejumlah regulasi. Jabatan Iwan Asaad sebagai Dewas PAM Tirta Karajae dinilai dapat menimbulkan konflik kepentingan sesuai regulasi yang berlaku.

Di antaranya dalam PP 54 Tahun 2017 Pasal 49 (1) Anggota Dewan Pengawas atau anggota Komisaris dilarang memangku jabatan rangkap sebagai: c. pejabat lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.

Bukan hanya itu, jabatan Iwan sebagai Inspektur Daerah yang memiliki tugas pengawasan juga dinilai rentan konflik kepentingan dengan resiko besar. Hal itu ditegaskan dalam Lampiran Permenpan 17 Tahun 2024 huruf D.

Aturan tersebut berbunyi; Namun demikian, ada jabatan-jabatan tertentu dimana risiko rentan konflik kepentingan tersebut lebih besar, antara lain jabatan terkait tugas pokok dan fungsi salah satunya pada huruf (f) yakni Pengawasan dan pemeriksaan.

Selain itu, pencopotan itu juga diperkuat dengan perda nomor 10 tahun 2021. Pada pasal 34 bagian larangan;
(1) Anggota Dewan Pengawas dilarang memangku jabatan rangkap sebagai :
c. Pejabat lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.

(2) Pelanggaran ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi administratif berupa diberhentikan sewaktu-waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf c dari jabatan sebagai anggota Dewan Pengawas.

(3) Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dilaksanakan oleh KPM paling lama 20 (dua puluh) hari kerja sejak yang bersangkutan diangkat memangku jabatan sebagai anggota Dewan Pengawas dinyatakan berakhir (*)

Facebook Comments Box

Bagikan:

Berita Terkait

Hadiri Rakor Bersama Menteri ATR/BPN, Tasming Hamid Komitmen Jaga Lahan Pertanian Berkelanjutan
Prestasi Mendunia Diraih Pemkot Parepare Berkat Inovasi DPKP
Pemkot Parepare Ukir Prestasi di Kanca Internasional Melalui Inovasi “Berdaya Srikandi”
Momen HKN Wali Kota Serukan Tingkatkan Etos Kerja dan Menjaga Profesionalisme sebagai Abdi Negara
Sekda Jelaskan Penggunaan Anggaran 7,2 Miliar untuk Makan Minun Dukung Jamuan Tamu Resmi
Pemkot Parepare Peringati Hardiknas, Momentum Refleksi untuk Meneguhkan dan Menghidupkan Semangat Pendidikan Nasional
Wali Kota Turun Langsung Pantau Pengerukan Drainase Tersumbat
Wali Kota Terima Audiensi KBPP Bahas Sinergi antara Pemerintah Dukung Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:13 WITA

Hadiri Rakor Bersama Menteri ATR/BPN, Tasming Hamid Komitmen Jaga Lahan Pertanian Berkelanjutan

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:49 WITA

Prestasi Mendunia Diraih Pemkot Parepare Berkat Inovasi DPKP

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:13 WITA

Pemkot Parepare Ukir Prestasi di Kanca Internasional Melalui Inovasi “Berdaya Srikandi”

Senin, 18 Mei 2026 - 17:32 WITA

Momen HKN Wali Kota Serukan Tingkatkan Etos Kerja dan Menjaga Profesionalisme sebagai Abdi Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:30 WITA

Sekda Jelaskan Penggunaan Anggaran 7,2 Miliar untuk Makan Minun Dukung Jamuan Tamu Resmi

Berita Terbaru

Pimpinan Cabang Bulog Parepare saat diwawancarai usai melakukan Sidak di pasar

Ekonomi & Bisnis

Bulog Parepare Klaim Pendistribusian SPHP ke RPK sudah Sesuai Prosedur

Sabtu, 25 Jul 2026 - 15:22 WITA

Tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Sulawesi selatan, merupakan bagian dari Koalisi Advokasi Jurnalis (KAJ) Sulawesi Selatan mendatangi Kantor Ditreskrimum Polda Sulsel mempertanyakan perkembangan kasus dugaan kekerasan jurnalis LKBN ANTARA M Darwin Fatir

Hukum & Kriminal

Dikhawatrikan Mendek Tim KAJ Pertanyakan Kasus Kekerasan Jurnalis

Jumat, 24 Jul 2026 - 22:46 WITA